Minggu, 13 April 2014

Review Novel "Sepasang Kaos Kaki Hitam" dan "Kisah 2 Kamar"

Akhir-akhir ini gue mulai melakukan kebiasaan lama gue yaitu baca novel. Yup, rada aneh emang untuk seorang remaja cowok seumuran gue yang biasanya menghabiskan waktu untuk hangout atau sekedar pacaran. Gue masih lakuin itu kok, main futsal, hangout bareng temen-temen dan menggila bersama. Tapi gatau kenapa novel jadi salah satu jadi item favorit gue untuk membunuh waktu dan perasaan gue disaat bete maupun melepas penat setelah kuliah. Gue bisa dibilang termasuk orang yang ambisius saat membaca sebuah novel. Ya, ambisius untuk membaca halaman terakhir dan tentu saja mengetahui endingnya. Maka dari itu gue jarang menghabiskan waktu lebih dari seminggu untuk membaca sebuah novel kecuali gue lagi sibuk banget. Terlebih novel dengan genre romansa hehe.

Ohya, gue termasuk orang yang gak suka banget sama novel yang sad ending! Walaupun dari sudut pandang orang lain itu merupakan sebuah hal yang bahagia, gue lebih menyebutnya “bahagia yang terpaksa diterima”. Karna menurut gue, membaca novel yang sad ending itu sama aja kaya lo udah dibikin terbang tinggi saat membaca awal cerita, tapi seperti dihempaskan lagi kebawah saat membaca akhir cerita. Ya.. dihempaskan tanpa parasut! Egoisnya gue..

Terakhir kali gue baca novel beberapa hari yang lalu, gue khatam baca 2 novel dalam waktu kurang dari 3 hari. dan lo tau bagian terburuknya apa? Gue membaca novel yang sad ending! Damn! Gue dongkol dalam hati sama temen gue yang udah rekomendasiin 2 buah novel itu ke gue. Gue baca novel “Sepasang Kaos Kaki Hitam” dan “Kisah 2 Kamar”. Beberapa diantara kalian gue yakin udah gak asing sama judul novel tersebut, terlebih yang doyan ngaskus. Novel lama, tapi berasa jadi novel sepanjang masa berkat orang2 yang baru baca dan masih penasaran sama isi ceritanya. Termasuk gue. Bodohnya gue baru tau ada novel dengan ending sekampret ini. Bentar, gue ngusap air mata dulu dipipi gue :’)

Kali ini gue akan bahas mengenai 2 novel ini, yang katanya true story. Come, come, listen to me..

Gue bahas novel sepasang kaos kaki hitam dulu kali ya, atau yang biasa disebut SK2H. Novel ini dibuat tahun 2011. Kalian juga bisa nemuin novelnya dalam bentuk ebook di playstore. Gue sendiri udah 2 kali baca ini novel. yang pertama dalam bentuk pdf, yang kedua dalam bentuk ebooknya. Terdapat sedikit perbedaan cerita antara di pdf dan di ebook. Tapi yang buat gue kesal adalah ada part yang disecret. Entahlah, gue gatau tujuannya apa. Untuk bikin penasaran mungkin??

Harus gue akui, novel ini bener-bener membuat gue memunculkan sisi melankolis gue. Dan yang membuat gue berasa seperti ikut ada menyaksikan saat kejadian di novel berlangsung. Cerita yang mendetail, serta kalimat yang ringan membuat kita paham betul kesedihan, kebahagiaan, kesenangan yang dirasakan penulis, mas Ariadi Ginting. Dan Meva, bukan nama sebenernya, yang hadir menjadi tokoh utama membuat siapapun yang membacanya akan ikut jatuh hati seperti yang dirasakan oleh mas ari. Gue sendiri dibuat penasaran setengah mati dengan orang aslinya. Entahlah, gue merasa Meva ini adalah tipe cewek gue banget haha.. 

saat membaca novel ini, gue bener2 dibuat penasaran untuk membaca setiap part selanjutnya. Dan menurut gue selalu ada rasa sensasi kejutan di tiap partnya. Beberapa kali gue harus mengernyitkan dahi saat membacanya, butuh beberapa detik buat gue untuk mengulang dan mencerna suatu kalimat yang gue rasa “tinggi” dan penuh arti jika kita mendengar maupun mengucapnya langsung kepada orang lain. Dan lo tau reaksi gue setelah baca ini? Gue terkena mevallysyndrome! Sebutan untuk orang2 yang jatuh hati pada sosok Meva setelah membaca cerita sk2h. Dan tau gak? Gue jadi orang yang tea addict banget setelah baca novel ini. Ini pasti berkat banyaknya kata “teh” yang terselip di novel ini, gumam gue. Dan endingnya.. ah, gue sulit untuk menjelaskan dengan kata yang tepat. Hanya orang dengan rasa kedewasaan yang tinggi yang menganggap ending novel ini adalah kebahagian. Gue saranin, saat baca novel ini coba deh lo sambil dengerin lagu endless love nya diana ross, lagu yang menjadi soundtrack dari cerita ini kurang lebih. Resapi kata perkatanya, gue jamin hati lo bakal rapuh. Plus siapin tisu aja disekitar lo buat jaga-jaga hehe.

Oke, selanjutnya yang akan gue bahas adalah kisah 2 kamar.

Gue kurang tau percis kapan novel ini dirilis, entah itu sebelum sk2h ataupun sesudahnya. Dan cerita ini bisa juga lo download di playstore dalam versi ebooknya. Ada kesamaan yang menurut gue cukup banyak dengan cerita sk2h. Yang petama jelas tentu saja novel ini sama-sama bergenre romansa. Setelah itu, kostan, lalu 2 kamar yang saling berhadapan, kisah 2 orang yang sebenernya sama-sama suka tapi enggan untuk mengungkapkan. Gue yakin, lo akan menyadari itu setelah membaca kedua ceritanya. Novel kisah 2 kamar ini menurut pendapat gue agak kurang menarik di awal cerita. Entah itu kalimat yang dituliskan atau gue ngerasa sebuah cerita yang klasik. Kalimatnya kurang mendetail kalo gue boleh mengkritik, dan terkesan simple. Beda dengan sk2h yang seakan-akan gue dibuat ikut merasakan kejadian diceritanya. 

Selain itu kalo gue boleh jujur, pemeran wanita kedua novel ini cukup membuat gue terus membandingkan isi novel keduanya. Adel, tokoh wanita di cerita kisah 2 kamar rasanya jauh bila dibandingkan dengan Meva pemeran tokoh SK2H. Sifat, sikap, karakter, apapun itu namanya jelas mereka pribadi yang berbeda, walaupun mereka berdua digambarkan sama-sama sebagai sosok wanita yang super duper cantik. Entahlah, gue merasa hati gue udah bener2 kepincut sama Mevally haha.

Eitss, jangan salah, gue menganggap novel ini tak hayalnya sebuah bom waktu. Yup, di awal kita hanya disuguhkan cerita yang ringan dan terkesan klasik. Tapi dipertengahan cerita, mulai cukup membuat hati terasa penuh sesak, dan akhirnya duarr!!! Ending yang tak terduga memecah ekspektasi yang dipupuk dari awal cerita. Gue sampe membaca 3 kali part terakhir untuk memastikan gue salah baca, tapi ternyata yaa seperti itu endingnya.. mengenaskan.

Mungkin itu aja yang bisa gue review dari dua novel diatas. Novel ini rekomend banget buat lo yang lagi jomblo atau yang lagi pacaran, membuat lo mengerti akan satu hal.. “cinta”.

Banyak quote dan filosofi yang bisa lo jadikan pembelajaran hidup. Dan gue jamin, bagi kalian cewek yang baca novel-novel diatas ini, kalian pasti akan menangis. Dan buat cowok, gue yakin sisi sentimentil lo yang selama ini terpendam, akan mucul keluar, bersamaan dengan air mata hahaha. Happy reading^^


Minggu, 08 Desember 2013

Contoh - contoh Paragraf

Contoh Paragraf Analogi
Jika ada ungkapan yang tepat menggambarkan klub Manchester United saat ini adalah "seperti orang buta yang kehilangan tongkat". Ya, selepas ditinggal Sir Alex Ferguson manager yang fenomenal, Manchester United dibawah kepemimpinan David Moyes seperti kehilangan kekuatan serta karakter bermainnya. Menjalani masa transisi memang bukanlah masa yang mudah, namun MU tetaplah MU. Mereka akan bangkit dari keterpurukannya.

Contoh Paragraf Kasualitas (Sebab - Akibat)
Kelemahan Industri di Indonesia adalah seringkali tidak memperhatikan faktor lingkungan sekitarnya. Mereka membuang limbah hasil produksi pabrik begitu saja ke aliran sungai, dan tidak memperhatikan dampaknya setelahnya. Akibatnya sungai yang menjadi tumpuan utama warga sekitar menjadi terkontaminasi dan tidak layak pakai. Selain kesehatan yang mengancam, sawah dan perkebunan yang sengaja di aliri air sungai juga menjadi gagal panen.

Contoh Paragraf Generalisasi
Zaman sekarang banyak sekali orang-orang yang hanya ingin mengambil jalan pintas untuk mendapatkan kekayaan. Sebagai contoh, bersekutu dengan setan atau yang biasa disebut pesugihan. Dalam beberapa aspek, tentu hal itu dilarang karena berlawanan dengan norma - norma yang berlaku dalam masyarakat. Namun tidak semua orang seperti yang dikatakan diatas, beberapa orang bekerja keras demi mendapatkan apa yang mereka inginkan. Pada umumnya, orang - orang sperti inilah yang akan membawa perubahan.

Contoh Kerangka Karangan

Tema : Kesehatan Lingkungan
Judul : Dampak Pencemaran Lingkungan Terhadap Kesehatan

1. Pengertian
              1.1 Pengertian Pencemaran Lingkungan dan Pengaruhnya
              1.2 Ciri - ciri Lingkungan yang Sudah Tercemar
2. Penyebab Terjadinya Pencemaran Lingkungan
              2.1 Faktor Internal
                    a. lemahnya kesadaran diri manusia untuk menjaga lingkungan.
                    b. sarana dan prasarana yang kurang mendukung
              2.2 Faktor Eksternal
                    a. alam menentukan kehendaknya sendiri
3. Parameter Pencemaran Lingkungan
              3.1 Parameter Fisik
              3.2 Parameter Kimia
                    a. pengukuran PH air
                    b. pengukuran kadar CO2
4. Macam - macam Pencemaran Lingkungan
              3.1 Pencemaran Berdasarkan Tempat Terjadinya
                    a. pencemaran tanah
                    b. pencemaran air
                    c. pencemaran udara
                    d. pencemaran suara
              3.2 Pencemaran Menurut Bahan Pencemarnya
                    a. pencemaran kimiawi
                    b. pencemaran biologi
                    c. pencemaran fisik
4. Dampak Pencemaran Lingkungan Terhadap Kesehatan
              4.1 Penyakit Lanngsung & Tidak Langsung
              4.2 Penyakit Menular & Tidak Menular
5. Cara Menanggulangi Pencemaran Lingkungan
              5.1 Tindakan Preventif (Pencegahan)
                    a. mengenal dan mengetahui resiko yang mungkin terjadi dari pencemaran lingkungan
                    b. melakukan sosialisasi sejak dini mengenani lingkungan dan kesehatan
              5.2 Tindakan Represif
                    a. sanksi diperlukan untuk memberikan efek jera bagi yang mencemari lingkungan
              5.3 Tindakan Kuratif
                    a. pentingnya mengingatkan terhadap sesama bagi kesehatan lingkungan


Referensi :
http://www.sentra-edukasi.com/2010/04/macam-macam-pencemaran-lingkungan-upaya.html
http://macamlingkungan.blogspot.com/
               

Minggu, 01 Desember 2013

Tips Memulai Usaha Kecil Agar Sukses dengan Cepat

Perusahaan pemula yang berubah menjadi sebuah perusahaan sukses yang bernilai miliaran bahkan triliunan rupiah dengan cepat bukanlah hal yang mustahil. Di dalam dunia bisnis membangun usaha tak ada bedanya dengan bermain lotre.

Menaruh semua uang Anda lalu bertaruh dan berharap mendapatkan jackpot. Dalam dunia bisnis untuk memulai usaha kecil Anda harus menyadari kenyataan yang ada daripada harus terlalu berambisi untuk mengejar impian terdahsyat Anda dalam berbisnis. Berikut ini tips dari Tung Desem Waringin:

1. Coba lihat sekeliling Anda apakah ada contoh sukses yang ingin Anda pelajari? Pelajarilah bukannya mencontek sepenuhnya.

2. Karena perjalanan bisnis adalah perjalanan yang penuh dengan risiko, maka carilah partner daripada harus menggunakan uang sendiri untuk Investasi. Memang jika menguntungkan hasil akan dibagi dua dengan partner tapi ini untuk meminimalisir kebangkrutan dini.

3. Jika Anda tidak ingin bekerja keras, lembur dan melupakan keuntungan pribadi bahkan sedikit kesehatan maka bidang wirausaha bukanlah milik Anda. Pada awalnya, Anda pasti tak akan mampu membayar karyawan meskipun dengan harga yang murah dan jadi karyawan Anda ya Anda lah sendiri.

4. Ingatlah jika waktu adalah uang, misalnya seperti Rp 50 ribu perjam. Dengan cara seperti ini maka Anda akan terbantu dalam mengambil sebuah keputusan.

5. Anda yang terlalu berambisi untuk meraih sukses justru merekrut karyawan tanpa mempedulikan ukuran usaha yang Anda jalankan. Sikap pemilik usaha yang mempunyai sebuah visi untuk usahanya bisa terhalang dengan adanya karyawan yang malah bertentangan dengan visi tersebut

6. Sudah sewajarnya jika Anda frustasi memasarkan sebuah produk maka Anda malah akan bersaing harga demi goal yang Anda ingin, tapi tahukah jika itu malah tak akan membantu sedikitpun. Cobalah jual kelebihannya bukan malah harganya, jelaskan jika harga produk Anda lebih tinggi karena memiliki nilai yang lebih baik dari produk lain.

7. Sewa toko, biaya listrik, harga karyawan hingga kertas sekalipun harus Anda ketahui jauh sebelum memulai bisnis. Jika Anda tak pernah berpikir tentang angka yang dasar seperti ini cobalah untuk berpikir ulang.

8. Sekarang ini teknologi sudah semakin canggih seperti aplikasi dan juga penyimpanan data dengan cloud teknologi yang memiliki harga murah. Hal itu akan membuat perusahaan kecil bisa bersaing dengan perusahaan besar, itu hanya contoh cobalah cari teknologi yang lain. Ingat manfaatkan teknologi rendah biaya yang ada di pasaran.

9. Vendor atau supplier sama seperti halnya dengan para pelanggan, mereka bisa saja memberikan kita diskon berdasarkan besarnya volume pemesanan Anda atau bahkan kita bisa mendapatkan beberapa produk-produk tambahan secara gratis darinya. Nah ini juga akan menguntungkan bagi yang baru saja memulai usaha kecil.

10. Dalam mengerjakan setiap hal haruslah sepenuhnya jangan setengah-setengah karena kekuatan Word of Mouth akan menyebar.

Semoga Bermanfaat.


Source: detikFinance

Dibalik Pemberlakuan Sistem RFID

Sejak beberapa bulan lalu, PT Pertamina dan PT INTI gencar melakukan pemasangan alat monitoring dan pengendalian BBM subsidi (RFID) disetiap kendaraan khususnya di Jakarta. Namun pelaksanaan program pengendalian BBM subsidi dengan RFID tak bisa dilakukan segera di Jakarta, sebagai daerah percontohan.

Vice President Fuel Marketing PT Pertamina Mochammad Iskandar mengungkapkan pemasangan RFID di Jakarta ditargetkan mencapai 4,5 juta unit kendaraan. Sedangkan untuk total seluruh Indonesia mencapai 100 juta kendaraan yang targetnya harus terpasang hingga Juli 2014.

"Tapi masih minim sekali yang masang, baru sekitar 55.000 unit kendaraan padahal di Jakarta kalau mau diberlakukan sistem ini paling tidak sudah terpasang di 3 juta-4 juta unit kendaraan," ungkap Iskandar.

Ketika ditanya kapan sistem ini bisa diterapkan segera di Jakarta, Iskandar belum bisa memastikan, karena ada lagi satu masalah yang sulit dipecahkan jika sistem ini diberlakukan di Jakarta, yaitu bagaimana mekanisme kendaraan-kendaraan di kawasan penyanggah Jakarta. Bagaimana dengan kendaraan di Tangerang, Bekasi, Bogor dan kendaraan plat (nomor kendaraan) di luar daerah, pas mau ngisi bensin nggak ada RFID nya kan nggak keluar bensinnya, itulah yang masih belum ada solusinya.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Ali Mundakir mengatakan pemasangan RFID secara umum jumlah yang terpasang di Jakarta masih sangat minim, apaagi bila melihat target keseluruhan mencapai 100 juta unit RFID yang harus dipasang di kendaraan umum maupun pribadi. Walau dalam 2 hari terakhir sempat rame sekali yang antre pasang RFID tapi secara total di Jakarta yang kendaraan sudah terpasang RFID masih minim, hanya sekitar 55.000 kendaraan, padahal kita menargetkan ada 4,5 juta unit kendaraan yang terpasang, sehingga sistem monitoring dan pengendali (SMP) bisa Segera diberlakukan.

Ali mengakui animo masyarakat masih sangat minim untuk memasang RFID. Padahal alat tersebut penting, dan masyarakat diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Seperti diketahui PT INTI memenangkan tender pasangan RFID sebanyak 100 juta unit kendaraan dan 92.000 nozel SBPU diseluruh Indonesia. Kontrak keduanya akan berlangsung selama 5 tahun.

Jika sistem ini sudah bisa diterapkan maka PT Pertamina akan membayar kepada INTI sebagai pengembalian investasi Rp 18 per liter dari setiap BBM subsidi yang tersalurkan melalui sistem RFID ini. Pertamina mengharapkan program ini selesai sesuai target yang ditentukan yakni Juli 2014. Artinya pada saat itu 100 juta kendaraan dan 92.000 nozel SPBU di seluruh Indonesia sudah terpasang RFID.

Menurut saya, pemberlakuan sistem ini memang perlu sosialisasi yang cukup terlebih dahulu. Agar tidak terdapat  kesenjangan informasi seperti yang diberitakan beberapa hari lalu. Terlebih lagi alat ini diberikan secara gratis. Pihak Pertamina bisa bekerja sama dengan Media terkait pengikalanan dan sosialisasi. Selain itu Pihak Pertamina dirasa kurang sigap dalam melayani permintaan pemasangan RFID. Jika waktu yang dibutuhkan setiap pemasangan untuk satu mobil adalah 15 menit, maka dibutuhkan lebih banyak lagi pegawai untuk menghindari membludaknya permintaan, seperti yang terjadi dibeberapa lokasi SPBU. Lebih cepat lebih baik. Jika pemberlakuan sistem ini sudah dirasa efektif dan memenuhi target, sudah dipastikan BBM bersubsidi dapat dikendalikan dan tepat sasaran. Dan pada akhirnya memberikan manfaat yang dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia.


Referensi : detikFinance

Jumat, 29 November 2013

Mengenal Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21

Secara umum, pajak yang berlaku di Indonesia dapat dibedakan menjadi Pajak Pusat dan Pajak Daerah. Pajak Pusat adalah pajak-pajak yang dikelola oleh Pemerintah Pusat yang dalam hal ini sebagian dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak - Departemen Keuangan. Sedangkan Pajak Daerah adalah pajak-pajak yang dikelola oleh Pemerintah Daerah baik di tingkat Propinsi maupun Kabupaten/Kota.

Pajak-pajak Pusat yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak meliputi :
Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPn BM), Bea Meterai, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Namun dalam pembahasan kali ini lebih spesifiknya saya akan membahas mengenai Pajak Penghasilan (PPh), khususnya PPh pasal 21. Apa itu PPh 21? Apa saja objek pajaknya? Dan bagaimana cara perhitungannya?

Pengertian PPh 21
Pajak penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh wajib pajak orang pribadi subjek pajak dalam negeri, yang selanjutnya disebut PPh Pasal 21, merupakan pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa dan kegiatan yang dilakukan oleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri.

Pembayaran PPh ini dilakukan dalam tahun berjalan melalui pemotongan oleh pihak-pihak tertentu. Pihak yang wajib melakukan pemotongan, penyetoran, dan pelaporan PPh pasal 21/26 adalah pemberi kerja, bendaharawan pemerintah, dana pensiun, badan, perusahaan, dan penyelerenga kegiatan. Jumlah Pajak yang telah dipotong dan disetorkan dengan benar oleh pemberi kerja dan pemotong lainnya dapat digunakan oleh wajib pajak untuk dijadikan kredit pajak atas PPh yang terutang pada akhir tahun.

Perhitungan PPh 21
Seperti yang telah kita ketahui, mulai bulan Januari 2013, Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) telah berubah. Sekarang untuk Wajib Pajak yang berstatus tidak kawin dan tidak mempunyai tanggungan jumlah PTKP-nya sebesar Rp 24.300.000,00 atau setara dengan Rp 2.025.000,00 per bulan. Dengan adanya perubahan itu, tatacara penghitungan PPh Pasal 21 juga mengalami perubahan. Perubahan itu diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per-31/PJ/2012 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 dan/atau Pajak Penghasilan Pasal 26 Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan Orang Pribadi.

Dalam aturan baru tersebut, yang berkewajiban melakukan Pemotongan PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 adalah pemberi kerja, bendahara atau pemegang kas pemerintah, yang membayarkan gaji, upah dan sejenisnya dalam bentuk apapun sepanjang berkaitan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan; dana pensiun, badan penyelenggara jaminan sosial tenaga kerja, dan badan-badan lain yang membayar uang pensiun secara berkala dan tunjangan hari tua atau jaminan hari tua; orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas serta badan yang membayar honorarium, komisi atau pembayaran lain dengan kondisi tertentu dan penyelenggara kegiatan, termasuk badan pemerintah, organisasi yang bersifat nasional dan internasional, perkumpulan, orang pribadi serta lembaga lainnya yang menyelenggarakan kegiatan, yang membayar honorarium, hadiah, atau penghargaan dalam bentuk apapun kepada Wajib Pajak orang pribadi berkenaan dengan suatu kegiatan.

Penghitungan PPh Pasal 21 menurut aturan yang baru tersebut, dibedakan menjadi 6 macam, yaitu : PPh Pasal 21 untuk Pegawai tetap dan penerima pensiun berkala; PPh pasal 21 untuk pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas; PPh pasal 21 bagi anggota dewan pengawas atau dewan komisaris yang tidak merangkap sebagai pegawai tetap, penerima imbalan lain yang bersifat tidak teratur, dan peserta program pensiun yang masih berstatus sebagai pegawai yang menarik dana pensiun. Di kesempatan ini akan dipaparkan tentang contoh perhitungan PPh pasal 21 untuk Pegawai Tetap dan Penerima Pensiun Berkala.

Penghitungan PPh Pasal 21 untuk pegawai tetap dan penerima pensiun berkala dibedakan menjadi 2 (dua): Penghitungan PPh Pasal 21 masa atau bulanan yang rutin dilakukan setiap bulan dan Penghitungan kembali yang dilakukan setiap masa pajak Desember (atau masa pajak dimana pegawai berhenti bekerja).

Berikut disampaikan contoh sebagai mana tercantum dalam peraturan tersebut.
Budi Karyanto pegawai pada perusahaan PT Candra Kirana, menikah tanpa anak, memperoleh gaji sebulan Rp3.000.000,00. PT Candra Kirana mengikuti program Jamsostek, premi Jaminan Kecelakaan Kerja dan premi Jaminan Kematian dibayar oleh pemberi kerja dengan jumlah masing-masing 0,50% dan 0,30% dari gaji. PT Candra Kirana menanggung iuran Jaminan Hari Tua setiap bulan sebesar 3,70% dari gaji sedangkan Budi Karyanto membayar iuran Jaminan Hari Tua sebesar 2,00% dari gaji setiap bulan. Disamping itu PT Candra Kirana juga mengikuti program pensiun untuk pegawainya. PT Candra Kirana membayar iuran pensiun untuk Budi Karyanto ke dana pensiun, yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan, setiap bulan sebesar Rp100.000,00, sedangkan Budi Karyanto membayar iuran pensiun sebesar Rp50.000,00. Pada bulan Juli 2013 Budi Karyanto hanya menerima pembayaran berupa gaji.

Penghitungan PPh Pasal 21 bulan Juli 2013 adalah sebagai berikut:
Gaji

3.000.000,00
Premi Jaminan Kecelakaan Kerja    

15.000,00
Premi Jaminan Kematian

9.000,00
Penghasilan bruto

3.024.000,00
Pengurangan


1. Biaya jabatan


5%x3.024.000,00
151.200,00

2. Iuran Pensiun
50.000,00

3. Iuran Jaminan Hari Tua
60.000,00



261.200,00
Penghasilan neto sebulan

2.762.800,00
Penghasilan neto setahun


12x2.762.800,00

33.153.600,00
PTKP


- untuk WP sendiri
24.300.000,00

- tambahan WP kawin
2.025.000,00



26.325.000,00
Penghasilan Kena Pajak setahun

6.828.600,00
Pembulatan

6.828.000,00
PPh terutang


5%x6.828.000,00
341.400,00

PPh Pasal 21 bulan Juli


341.400,00 : 12

28.452,00
Catatan:
· Biaya Jabatan adalah biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan yang dapat dikurangkan dari penghasilan setiap orang yang bekerja sebagai pegawai tetap tanpa memandang mempunyai jabatan ataupun tidak.

· Contoh di atas berlaku apabila pegawai yang bersangkutan sudah memiliki NPWP. Dalam hal pegawai yang bersangkutan belum memiliki NPWP, maka jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong pada bulan Juli adalah sebesar: 120% x Rp28.452,00=Rp 34.140,00


Referensi : Resmi Siti. Perpajakan: Teori dan Kasus. Jakarta; Salemba Empat, 2011

Stabilisasi Neraca Perdagangan Nasional; Pajak Harus Naik

Menteri Keuangan, Chatib Basri mengungkapkan bahwa rencana pemerintah merevisi peraturan terkait PPh pasal 22 untuk impor barang konsumsi yang akan sangat membantu proses stabilisasi neraca perdagangan nasional. Hal tersebut akan berdampak positif terhadap pengurangan defisit neraca transaksi berjalan.

7 persen dari hampir USD180 miliar. Kalau 10 persennya saja USD18 miliar, kalau saya bisa dapat jangankan USD9 miliar, USD3 miliar penghematannya saja bisa saya dapat, penurunan transaksi defisit berjalannya signifikan sekali," tutur Chatib.

Chatib menuturkan, beberapa barang konsumsi yang akan dikenai peraturan tersebut adalah barang elektronik, pakaian dan tas. Dia mengungkapkan ada sekitar 25 sampai 30 barang konsumsi yang akan dikenai perubahan aturan tersebut. Dua minggu lagi kami terbitkan peraturannya. Saya tinggal cari waktu untuk menyampaikannya," ujarnya.

Seperti diketahui, pemerintah dalam rangka mengendalikan angka impor yang terus melaju, mengeluarkan beberapa peraturan salah satunya revisi terhadap aturan PPh pasal 22. Langkah ini diyakini akan mengurangi volume impor yang akan berdamapak positif terhadap neraca perdagangan nasional. Jadi dengan kenaikan 2,5 persen menjadi 7,5 persen, importir barang konsumsi kan akan terganggu cash flownya karena pembayaran di depan. Perusahaan kalau cash flownya terganggu, dia akan kurangi volume impor.

Dari berita diatas, tentu ini adalah hal yang menyenangkan. Indonesia memang harus menurunkan laju barang impor. Jika kita mampu membuat produk sendiri dalam negeri, kenapa harus mengimpor dari luar negeri? Dan para produsen dalam negeri tentu dapat mengembangkan produk mereka, agar dapat bersaing di pasaran. Dengan begitu pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih baik.

Mengutip ajaran Mahatma Gandhi, Swadeshi. Segala yang ada di dunia ini telah digerakkan oleh alam. Karena itu manusia wajib tunduk dan mengakui apa yang telah ditetapkan alam. Tiap bangsa, tiap negara telah menerima penetapan alam tentang kedudukan dan tugasnya masing-masing. Tiap bangsa harus berusaha mengembangkan negaranya dengan kekuaran sendiri yang telah diterimanya dari alam. Karena itu gerakan swadesi menganjurkan menenun dan memakai pakaian sendiri serta melarang pakaian buatan luar negeri. Ya, "Cintailah Produk Dalam Negeri".


Referensi: Okezone.com