Minggu, 26 Oktober 2014

Moral dan Etika dalam Dunia Bisnis


Jika pada tulisan sebelumnya saya sudah pernah menulis dengan judul "Etika dalam Bisnis" kali ini saya akan menulis dengan judul yang tak jauh berbeda yaitu "Moral dan Etika dalam Bisnis". Tidak jauh berbeda memang, namun berhubung ini merupakan tugas kuliah, so here we go! 
Hal yang membedakan dari tulisan kali ini adalah subjek penulisan. jika pada tulisan sebelumnya saya membahas tentang bagaimana seorang pebisnis maupun pegawai dalam beretika, kali ini bahasannya lebih luas yakni dalam dunia bisnis. Selain itu saya akan menulis dengan sudut pandang saya sendiri, no copas deh. mudah-mudahan..hhe

Pada tulisan sebelumnya kita tau bahwa secara sederhana etika bisa diartikan sebagai suatu sistem yang mengatur manusia dalam bergaul. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama. etika juga selalu dieratkaitkan dengan moral. Apa itu moral? Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Secara sederhana bisa diartikan moral adalah pedoman sedangkan etika adalah mengikuti pedoman tersebut. Moral tidak bisa dimanipulasi sedang etika bisa dimanipulasi. Moral adalah peraturan yang wajib ditaati sedang etika tergantung sikon, motif, dan tujuan dan kepentingan.

Nah kita sudah tau apa itu moral dan etika, sekarang yang perlu kita ketahui adalah kaitan atau hubungan antara moral dan etika dalam dunia bisnis itu apa?

Dunia bisnis adalah semua hal yang berhubungan dengan bisnis, baik itu pelakunya, aspek, termasuk moral dan etika yang mengikatnya. Jika kita berbicara moral dan etika tentu kita berbicara lingkungan yang menjadi subjek pembeda. beda lingkungan akan berbeda juga etika dan moral yang 'disepakati' oleh masyarakat umum disekitarnya. misal, di daerah saya pantang wanita dibawah umur keluar selepas maghrib, didaerah lain belum tentu itu diterima secara umum. Begitupun dalam bisnis, jika kita ingin melakukan suatu bisnis kita tentu harus menganalisis etika dan moral yang diterima secara umum ditempat kita ingin membangun, memasarkan, dan mengembangkan bisnis tersebut. Jika hal itu sudah dilakukan dan terapkan tentu akan menarik konsumer dengan sendirinya.
                   
Yang perlu diingat, bahwa setiap peraturan mempunyai sanksi. Termasuk etika dan moral. Itulah sebabnya mengapa bisnis pun bisa terikat didalamnya. Sanksi tersebut dapat berupa ;
Sanksi sosial:
berupa teguran, pengucilan, dan lain lain , sanksi ini biasanya di berikan oleh masyarakat dan tidak secara tertulis.
Sanksi hukum:
berupa hukum pidana, perdata, sanksi ini biasanya diberikan oleh hakim, di lakukan melalui proses hukum yang telah ada, mengikuti undang- undang dan sejenisnya, yang sebelumnya telah diatur sesuai dengan norma- norma yang telah ada. 

Tindakan yang tidak etis, bagi perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif, misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, dan larangan beroperasi. Begitupun sebaliknya.

Minggu, 12 Oktober 2014

Good Corporate Governance (GCG) dan Perilaku Etika dalam Akuntansi

Defiinisi Good Corporate Governance
Good Corporate Governance (GCG) adalah prinsip yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan agar mencapai keseimbangan antara kekuatan serta kewenangan perusahaan dalam memberikan pertanggungjawabannya kepada para shareholder khususnya, dan stakeholders pada umumnya. Tentu saja hal ini dimaksudkan untuk mengatur kewenangan Direktur, manajer, pemegang saham dan pihak lain yang berhubungan dengan perkembangan perusahaan di lingkungan tertentu. Good Corporate Gorvernance dimasukkan untuk mengatur hubungan-hubungan ini dan mencegah terjadinya kesalaha-kesalahan signifikan dalam strategi perusahaan dan untuk memastikan bahwa kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat di perebaiki dengan segera. Penertian ini dikutip dari buku Good Corporate Governance pada badan usaha manufaktur, perbankan dan jasa keuangan lainnya (2008:36)

Sementara itu, ADB (Asian Development Bank) menjelaskan bahwa GCG mengandung empat nilai utama yaitu: accountability, transparency, predictability dan participation. Pengertian lain datang dari Finance Comitte on Corporate Governance Malaysia. Menurut lembaga tersebut GCG merupakan suatu proses serta struktur yang digunakan untuk mengarahkan sekaligus mengelola bisnis dan urusan perusahaan kearah peningkatan pertumbuhan bisnis dan akuntabilitas perusahaan. Adapun tujuan akhirnya adalah menaikkan nilai saham dalam jangka panjang tetapi tetap memerhatikan berbagai kepentingan para stakeholder lainnya.

Perilaku Etika dalam Akuntansi
Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi lebih tinggi, jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dalam konggresnya tahun 1973, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk pertama kalinya menetapkan kode etik bagi profesi akuntan.Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian:
1. Prinsip Etika.
2. Aturan Etika.
3. Interpretasi Aturan Etika.

Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota, sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan.

Akuntan merupakan sebuah profesi yang bisa disamakan dengan bidang pekerjaan lain, misalnya hukum atau teknik. Akuntan adalah orang yang memiliki keahlian dalam bidang akuntansi. Di Indonesia, akuntan tergabung dalam satu wadah bernama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Seperti halnya dengan profesi lain, Etika merupakan persoalan penting dalam profesi akuntan. Etika tidak bisa dilepaskan dari peran akuntan dalam memberikan informasi bagi pengambilan keputusan. Pada prinsip etika profesi dalam kode etik Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyatakan tentang pengakuan profesi akan tanggung jawabnya kepada publik, pemakai jasa akuntan, dan rekan. Prinsip etika profesi akuntan dapat dijelaskan sebagai berikut: 
  • Memiliki pertimbangan moral dan profesional dalam tugasnya sebagai bentuk tanggung jawab profesi. 
  • Memberikan pelayanan dan menghormati kepercayaan publik. 
  • Memiliki integritas tinggi dalam memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. 
  • Menjunjung sikap obyektif dan bebas dari kepentingan pihak tertentu. 
  • Melaksanakan tugas dengan kehati-hatian sesuai kompetensi dalam memberikan jasa kepada klien. 
  • Menjaga kerahasiaan informasi dan tidak mengungkapkan informasi tanpa persetujuan. 
  • Menjaga reputasi dan menjauhi tindakan yang mendiskreditkan profesinya.

Maka dari itu, dari penjabaran diatas dapat ditarik benang merah bahwa peran akuntan dalam perusahaan tidak bisa terlepas dari penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam perusahaan. Meliputi prinsip kewajaran(fairness), akuntabilitas (accountability), transparansi (transparency), dan responsibilitas (responsibility).

Referensi:
http://almirans.wordpress.com/2012/11/06/pengertian-good-corporate-governance-dan-contoh-kasus-penyimpangannya/
http://albantantie.blogspot.com/2013/10/perilaku-etika-dalam-profesi-akuntansi.html

Minggu, 05 Oktober 2014

Etika Dalam Bisnis

Tujuan dari sebuah bisnis adalah untuk tumbuh dan menghasilkan uang. Untuk melakukan itu, penting bahwa semua karyawan menyadari bahwa kinerja mereka dan perilaku berkontribusi pada kesuksesan perusahaan. Perilaku karyawan, bagaimanapun, dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal di luar bisnis. Pemilik usaha kecil perlu menyadari faktor-faktor dan untuk melihat perubahan perilaku karyawan yang dapat sinyal masalah.

A.Budaya Organisasi
Keseluruhan budaya perusahaan dampak bagaimana karyawan melakukan diri dengan rekan kerja, pelanggan dan pemasok. Lebih dari sekedar lingkungan kerja, budaya organisasi mencakup sikap manajemen terhadap karyawan, rencana pertumbuhan perusahaan dan otonomi / pemberdayaan yang diberikan kepada karyawan. "Nada di atas" sering digunakan untuk menggambarkan budaya organisasi perusahaan. Nada positif dapat membantu karyawan menjadi lebih produktif dan bahagia. Sebuah nada negatif dapat menyebabkan ketidakpuasan karyawan, absen dan bahkan pencurian atau vandalisme.

B.Ekonomi Lokal
Melihat seorang karyawan dari pekerjaannya dipengaruhi oleh keadaan perekonomian setempat. Jika pekerjaan yang banyak dan ekonomi booming, karyawan secara keseluruhan lebih bahagia dan perilaku mereka dan kinerja cermin itu. Di sisi lain, saat-saat yang sulit dan pengangguran yang tinggi, karyawan dapat menjadi takut dan cemas tentang memegang pekerjaan mereka.Kecemasan ini mengarah pada kinerja yang lebih rendah dan penyimpangan dalam penilaian. Dalam beberapa karyawan, bagaimanapun, rasa takut kehilangan pekerjaan dapat menjadi faktor pendorong untuk melakukan yang lebih baik. 

C.Reputasi Perusahaan dalam Komunitas
Persepsi karyawan tentang bagaimana perusahaan mereka dilihat oleh masyarakat lokal dapat mempengaruhi perilaku. Jika seorang karyawan menyadari bahwa perusahaannya dianggap curang atau murah, tindakannya mungkin juga seperti itu. Ini adalah kasus hidup sampai harapan. Namun, jika perusahaan dipandang sebagai pilar masyarakat dengan banyak goodwill, karyawan lebih cenderung untuk menunjukkan perilaku serupa karena pelanggan dan pemasok berharap bahwa dari mereka.     

D. Persaingan di Industri
Tingkat daya saing dalam suatu industri dapat berdampak etika dari kedua manajemen dan karyawan, terutama dalam situasi di mana kompensasi didasarkan pada pendapatan. Dalam lingkungan yang sangat kompetitif, perilaku etis terhadap pelanggan dan pemasok dapat menyelinap ke bawah sebagai karyawan berebut untuk membawa lebih banyak pekerjaan. Dalam industri yang stabil di mana menarik pelanggan baru tidak masalah, karyawan tidak termotivasi untuk meletakkan etika internal mereka menyisihkan untuk mengejar uang.

Kepedulian Pelaku Bisnis Terhadap Etika
Pada dasarnya, setiap pelaksanaan bisnis seyogyanya harus menyelaraskan proses bisnis tersebut dengan etika bisnis yang telah disepakati secara umum dalam lingkungan tersebut. Sebenarnya terdapat beberapa prinsip etika bisnis yang dapat dijadikan pedoman bagi setiap bentuk usaha.

Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika perusahaan akan selalu menguntungkanerusahaan untuk jangka menengah maupun jangka panjang karena :

1. Akan dapat mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik intern perusahaan maupun dengan eksternal.

2. Akan dapat meningkatkan motivasi pekerja.

3. Akan melindungi prinsip kebebasan ber-niaga

4. Akan meningkatkan keunggulan bersaing.

Tindakan yang tidak etis, bagi perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif,misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan.Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika pada umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yany tidaketis misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier.Karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling. berharga bagiperusahaan oleh karena itu semaksimal mungkin harus tetap dipertahankan.

Memang benar, Kita tidak bisa berasumsi bahwa pasar atau dunia bisnis dipenuhi oleh orang-orang jujur, berhati mulia dan bebas dari akal bulus serta kecurangan/manipulasi. Tetapi sungguh, tidak ada gunanya berbisnis dengan mengabaikan etika dan aspek spiritual. Biarlah pemerintah melakukan pengawasan, biarlah masyarakat memberikan penilaian, dan sistem pasar (dan sistem Tuhan tentunya) akan bekerja dengan sendirinya.


Sumber:
http://valiani-softskill.blogspot.com/2013/10/perilaku-etika-dalam-bisnis_4.html
http://lailasoftskill.blogspot.com/2013/10/2-etika-dalam-bisnis.html
https://id-id.facebook.com/notes/edypk-thekings-full/manfaat-perusahaan-dalam-menerapkan-etika-bisnis/558908747481138

Kamis, 02 Oktober 2014

Pengertian Etika

Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita.


Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kitauntuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita,dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.

Pengertian Etika
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu:
Susila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika berarti ilmu akhlak.

Jenis Etika
Etika dapat dibedakan menjadi tiga macam:
1. etika sebagai ilmu, yang merupakan kumpulan tentang kebajikan, tentang penilaian perbuatan seseorang.
2. etika dalam arti perbuatan, yaitu perbuatan kebajikan. Misalnya, seseorang dikatakan etis apabila orang tersebut telah berbuat kebajikan.
3. etika sebagai filsafat, yang mempelajari pandangan-pandangan, persoalan-persoalan yang berhubungan dengan masalah kesusilaan.
Kita juga sering mendengar istilah descriptive ethics, normative ethics, dan philosophy ethics.
a. Descriptive ethics, ialah gambaran atau lukisan tentang etika.
b. Normative ethics, ialah norma-norma tertentu tentang etika agar seorang dapat dikatakan bermoral.
c.  Philosophy ethics, ialah etika sebagai filsafat, yang menyelidiki kebenaran.

Fungsi Etika :
· Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang membingungkan.
· Etika ingin menampilkan keterampilan intelektual yaitu keterampilan untuk berargumentasi secara rasional      dan kritis.
· Orientasi etis ini diperlukan dalam mengambil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme.

Sanksi pelanggaran etika:
Sanksi sosial:
berupa teguran, pengucilan, dan lain lain , sanksi ini biasanya di berikan oleh masyarakat dan tidak secara tertulis.
Sanksi hukum:
berupa hukum pidana, perdata , sanksi ini biasanya diberikan oleh hakim, di lakukan melalui proses hukum yang telah ada, mengikuti undang- undang dan sejenisnya, yang sebelumnya telah diatur sesuai dengan norma- norma yang telah ada.


Sumber:
http://af008.wordpress.com/etika-etiket-dan-moral/
http://tugas01-etika-profesi.blogspot.com
http://tuunii.wordpress.com/2013/05/30/pengertian-etika/
http://januarherdyanto.blogspot.sg/2014/09/tugas-1-pengertian-etika.html

Sabtu, 28 Juni 2014

Review Product Of Samsung Galaxy S III Mini

Success with previous products Samsung Galaxy S3, Samsung launched back mini version of the smartphone is the Samsung Galaxy S3 Mini. With a design that is made ​​smaller or mini, Samsung Galaxy S3 price tag of less expensive Mini in. So what are the specs they carry? Here's a full review.
As the name suggests, the Samsung Galaxy S3 Mini comes with a design that is fairly mini has dimensions 63 x 121.6 x 9.9 mm and weighs 111.5 grams. Of course, with such dimensions, the Galaxy S3 Mini will be convenient for hand-held or stored in the pockets of clothing.

For business specifications, the Samsung Galaxy S3 Mini is not inferior to the Samsung Galaxy S3, one of which is a screen measuring 4.0 inch 480 x 800 pixels that are already using the technology Super AMOLED capacitive touchscreen with 16M colors and 233 ppi density. Of course with the specifications of the Galaxy S3 Mini screen will give you a pretty good color sharpness.
Turning to the technology sector was the kitchen runway should not be in the view of one eye, that is, by bringing the Dual Core Cortex-A9 1 GHz in the crutch by 1 GB of RAM memory, which certainly would make a variety of multimedia activities become more optimal. While on camera, if the Samsung Galaxy S3 has a 8 MP rear camera, the Galaxy S3 Mini version is only in the Arm 5 MP rear camera. There is also a VGA resolution front camera. For this smartphone battery supported by battery type Li-Ion 1500 mAh.

Specifications of Samsung Galaxy S3 Mini
§  NETWORK GSM 850/900/1800/1900, 3G HSDPA 850/900/1900/2100
§  DISPLAY Type Super AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors, 480 x 800 pixels, 4.0 inches (~ 233 ppi pixel density) Multitouch
§  DIMENSIONS 121.6 x 63 x 9.9 mm / 111.5 g
§  MEMORY Internal 8 GB storage, 1 GB RAM
§  MEMORY External  microSD up to 64 GB
§  DATA 3G HSDPA 14.4 Mbps, HSUPA 5.76 Mbps, EDGE, GPRS, WLAN Wi-Fi 802.11 a / b / g / n, dual-band, DLNA, Wi-Fi Direct, Wi-Fi hotspot, Bluetooth v4.0, USB / Port microUSB v2.0
§  CAMERA Primary 5 MP, 2592×1944 pixels, autofocus, LED flash, Features Geo-tagging, touch focus, face detection
§  CAMERA Secondary VGA
§  BATTERY Type Li-Ion 1500 mAh battery
§  OS Android OS, v4.1 (Jelly Bean)
§  CPUNovaThor U8420, CPU 1 GHz dual-core Cortex-A9, GPU Mali-400, Sensors: Accelerometer, gyro, proximity, compass

Price of Samsung Galaxy S3 Mini

Samsung Galaxy S3 Mini to purchase per unit at Rp 2,650,000, while for former is in the price the range of Rp 2 million. Of course, the price will be different in each region.

ref: http://www.nicehp.com/samsung/harga-dan-spesifikasi-samsung-galaxy-s3-mini.html

Kamis, 29 Mei 2014

Contoh Memo (dalam bahasa Inggris)



PT SUKA KAYA
Jl.Sultan Hasanudin No.19
Bekasi, Indonesia


To        : All Employees
From    : Manager Personnel
Subject : Leave for 3 days to meet client


Official Memo

For all employees, from tomorrow until next Thursday, I leave to see a client in Bandung. I hand over responsibility to Mr. Andi Arshad. Keep hard work!


Bekasi, May 29, 2014


Abdillah Hafif

Contoh Surat Lamaran Kerja Bahasa Inggris

To : hrd. PT. SUKA KAYA Tbk. 
Subject Job Application chief accounting

Top of Form


Bekasi , 10 Oct 2014
Attention:

Personel Manager PT . SUKA KAYA Tbk.
Building of PT. SUKA KAYA Tbk. 2nd floor
Jl. Sultan Hasanudin No 19
Bekasi, South of Tambun


Dear Sir / Madam, 


Refer to your requirements advertised in Kompas Oct 9, 2014, I was interested to join and contribute with your respected company. Based on your company's job openings that I read in the paper , I want to send a cover letter work for your company .

I am twenty- two years old, single and in good health. I graduated from the Universitas Gunadarma, Bekasi in 2014. Satisfy my scholastic records and also skilled accounting tasks. I can use English both oral and written, computer literate, able to use MS Office packages such as MS Excel, MS Word, MS PowerPoint, MS Outlook and Internet, is also familiar with English correspondence and administrative duties.

I believe that my experience and skills and gain work experience I can help and improve the performance of the work. And I believe that I share the experience gained will be able to work effectively in team coordination is desirable.

As an illustration that I have the will to learn, get referrals, strong, motivated to work and also able to work under pressure. I want to learn and work very well with others and want to put my knowledge into practice. To that end, I also attach a Curriculum Vitae ( CV ) and latest photograph for your review and considerations.

I hope you 'll give me an interview and a chance to give more details about myself .


Yours faithfully,


Abdillah Hafif